top of page

Ketika Biaya Promosi Dianggap Transaksi Internasional: Pelajaran dari Sengketa Samsung India

28 Agu
3 menit membaca

Sengketa transfer pricing jarang berhenti pada satu pos koreksi. Begitu otoritas pajak menyimpulkan adanya transaksi afiliasi yang tidak dilaporkan, koreksi biasanya merembet ke segmen usaha lain, ke metode penentuan harga wajar, bahkan ke pos biaya yang sebenarnya berada di luar ranah transfer pricing. Pola inilah yang terlihat dalam perkara Samsung India Electronics Pvt. Ltd. yang diputus Income Tax Appellate Tribunal (ITAT) Delhi pada 12 Agustus 2026 untuk tahun pajak 2016-17 dan 2017-18. Nilai koreksi yang akhirnya gugur melampaui ₹7.800 crore, atau berkisar Rp 15 triliun. Meskipun lahir dari sistem hukum India, alur berpikir Tribunal dalam perkara ini menyentuh persoalan yang juga rutin muncul dalam pemeriksaan transfer pricing di Indonesia.


Berawal dari satu angka kecil



Samsung India Electronics (SIEL) merupakan anak perusahaan yang dimiliki penuh oleh Samsung Electronics Co. Ltd. Korea Selatan, dengan empat segmen usaha: manufaktur, trading, contract software development services, dan networking.

Pemicu sengketa terbilang sederhana. SIEL menerima penggantian biaya pemasaran dari induk perusahaan sebesar ₹2,00 crore, setara sekitar Rp 3,9 miliar. Atas dasar angka itu, Transfer Pricing Officer menyimpulkan telah terjadi transaksi internasional, lalu memperlakukan seluruh biaya iklan, pemasaran, dan promosi atau AMP di tiga segmen sekaligus sebagai jasa promosi merek untuk kepentingan induk. Pengujiannya menggunakan Bright Line Test dan Intensity Based Approach, dengan total koreksi AMP mencapai ₹1.678,06 crore untuk 2016-17 dan ₹1.813,71 crore untuk 2017-18, ditambah koreksi protektif ₹1.783,92 crore.


Lima pos yang dipersoalkan


Koreksi tidak berhenti pada AMP. Pemeriksa menyusun lima pos sekaligus:

→ Biaya AMP diperlakukan sebagai transaksi internasional tersendiri.

→ Royalti kepada induk dibenchmark ulang dengan metode CUP, memakai tiga perjanjian royalti dari sektor agrikultur dan bioteknologi sebagai pembanding.

→ Segmen manufaktur diuji dengan daftar pembanding yang enam di antaranya ditolak pemeriksa.

→ Segmen networking yang mayoritas pendapatannya berasal dari perdagangan barang diuji memakai pembanding perusahaan jasa.

→ Gaji karyawan ekspatriat dikoreksi berdasarkan Section 37(1), meskipun Dispute Resolution Panel telah memerintahkan koreksi tersebut dihapus.


Beban pembuktian ada pada otoritas


Pertimbangan Tribunal atas isu AMP berangkat dari satu premis dasar. Biaya AMP tidak dapat diperlakukan sebagai transaksi internasional tersendiri tanpa adanya arrangement, understanding, atau agreement yang mewajibkan SIEL menanggung biaya tersebut atas nama afiliasinya.


Ketika wajib pajak tidak mengakui adanya transaksi semacam itu, otoritas pajak yang wajib menghadirkan bukti. Dalam perkara ini tidak ada bukti bahwa anggaran pemasaran SIEL ditetapkan atas kehendak induk perusahaan.


Tribunal juga menegaskan bahwa urutan berpikir tidak boleh dibalik. Pemilihan metode penentuan harga wajar hanya relevan diuji setelah keberadaan transaksi internasional terbukti. Bila transaksinya sendiri tidak pernah ada, perdebatan mengenai metode paling tepat tidak perlu timbul.


Satu transaksi tidak diuji dua kali


Isu royalti membawa pelajaran berbeda. Pemeriksa telah menerapkan Transactional Net Margin Method untuk segmen manufaktur secara keseluruhan, lalu memilah transaksi royalti untuk diuji ulang dengan metode CUP. Hasilnya nilai wajar royalti hanya 1,50 persen dan koreksi sebesar ₹1.732,93 crore.


Tribunal menilai langkah tersebut menghasilkan koreksi berganda yang tidak dapat dibenarkan, sekali di bawah TNMM dan sekali lagi di bawah CUP. Prinsipnya, bila segmen secara keseluruhan sudah menghasilkan laba operasi setara atau melebihi margin pembanding, tidak ada dasar untuk koreksi tambahan atas satu transaksi di dalamnya.


Pembandingnya pun dinilai tidak layak. Tiga perjanjian yang dipakai berasal dari perusahaan yang mengembangkan benih untuk membantu petani, sementara SIEL memproduksi elektronik konsumen dengan teknologi yang berkembang cepat.


Karakterisasi fungsi menentukan segalanya


Pada segmen networking, Tribunal mengeluarkan Verizon Communications sebagai pembanding karena sekitar 92 persen pendapatan networking SIEL berasal dari perdagangan, sedangkan 99,99 persen pendapatan Verizon berasal dari jasa. Tujuh perusahaan jasa lain juga dikeluarkan dengan alasan serupa.


Penggunaan Berry Ratio oleh SIEL untuk menguji transaksi distribusi justru dikuatkan. Dasarnya adalah karakterisasi fungsi: barang dibeli CIF dari induk dan dijual secara high sea sales, kepemilikan berpindah melalui endorsement bill of lading, sementara kepabeanan dan logistik menjadi tanggung jawab pelanggan. Tanpa risiko persediaan, tanpa pergudangan, dan tanpa risiko penagihan, harga pokok penjualan bersifat pass-through sehingga tepat dikeluarkan dari penyebut rasio.


Apa yang relevan bagi wajib pajak Indonesia


Putusan pengadilan pajak asing tidak mengikat otoritas maupun pengadilan pajak Indonesia, dan Bright Line Test tidak memiliki padanan langsung dalam sistem perpajakan nasional. Putusan ini juga tidak berarti biaya promosi kebal koreksi.


Tetap dapat dipetik adalah prinsipnya, dan prinsip tersebut sejalan dengan PMK Nomor 172 Tahun 2023 serta OECD Transfer Pricing Guidelines:


→ Analisis fungsi, aset, dan risiko adalah fondasi, bukan formalitas administratif.

→ Kesebandingan fungsional mendahului pemilihan metode, sehingga entitas jasa bukan pembanding bagi entitas perdagangan.

→ Agregasi harus punya alasan, dan transaksi diuji terpisah kecuali keterkaitannya sedemikian erat.

→ Pengujian ulang satu transaksi dalam segmen yang sudah diuji utuh berpotensi melahirkan koreksi berganda.


Hampir seluruh kemenangan SIEL bertumpu pada dokumen yang dapat diajukan sebagai bukti: perjanjian high sea sales, bill of lading, special terms and conditions, hingga purchase order untuk barang dan jasa. Kekuatan posisi wajib pajak dalam sengketa transfer pricing terbentuk jauh sebelum pemeriksaan dimulai, yaitu pada saat transaksi dirancang dan didokumentasikan.


Materi ini tersedia dalam format PDF dan dapat diunduh secara gratis.


 
 
 

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Komentar


bottom of page